Memotret Camar Disney

Selasa, Januari 30, 2007 pukul 9:55 am | Ditulis dalam Bird, Photo, Tips | Tinggalkan komentar

Seekor camar yang cantik. Orang Barat menyebutnya Common Gull (Larus canus), dari keluarga Gulls (Laridae).

Saya kebetulan berpapasan dengannya pada sebuah pagi di Disney Land World, Orlando, Amerika Serikat. Camar itu sedang beristirahat di sela kegiatannya mencari makan di sekeliling hotel yang fotonya ada di bawah ini.

Saya cukup beruntung bisa mendekatinya dan tak membuatnya takut sehingga cukup leluasa memotretnya.

Anda tentu juga bisa menghasilkan foto aktivitas atau profil burung apa saja dengan lebih bagus. Kuncinya, bangun pagi dan jangan lupa selalu membawa kamera ke mana pun Anda pergi.

Selanjutnya, berharaplah Dewi Fortuna menghampiri.

Mengenal Twitcher

Rabu, November 15, 2006 pukul 12:58 pm | Ditulis dalam Article | 2 Komentar

ikon-cowok1.jpgTWITCHER. Istilah ini muncul di salah satu posting pendobos burung. Dalam posting itu Sir Ndobos bercerita tentang aksi para twitcher Inggris mengejar Long-billed Murrelet (Brachyramphus perdix) di Dawlish, Devon.

Anda tahu yang dimaksud dengan “twitcher”? Sir Ndobos menyebutnya sebagai “kelompok gila liat burung.” Menurut Sir Ndobos, kelompok ini betul-betul sinting, ekstrim malah. Di mana saja ada burung yang “langka” langsung dikejar.

Jika birdwatcher biasa berbekal hanya teropong dan buku panduan pengenalan burung, kelompok ini masih ditambah dengan beeper (pager), hp dan kadang laptop yang terhubung dengan pusat pencatat burung langka. Pusat pencatat ini tidak memberikan akses cuma-cuma, harus berlangganan, bayar. Tidak jarang kendaraan para “twitcher” juga dilengkapi dengan peta berpemandu GPS (Global Positioning System) agar para “twitcher” bisa memilih jalan tersingkat menuju lokasi.

“Twitching” sesungguhnya istilah khas orang Inggris untuk menyebut suatu kegiatan intensif, yakni mengejar [untuk melihat] burung, terutama yang sudah langka atau jarang terlihat. Orang Amerika menyebutnya dengan istilah “chasing.” Nah, orang yang getol mengejar burung langka itu disebut “twitcher”.

Situs ini memberi penjelasan :

The British term is said to come from the frenzy that descends on some when they receive news of a rare bird. The term may derive from one of its first proponents, who used to arrive on his motorbike in freezing weather in the early 1960s, still “twitching” from the cold. The end goal of twitching is often to accumulate species on one’s lists. Some birders engage in competition with one another to accumulate the biggest species lists. The act of the pursuit itself is referred to as a “twitch” or a “chase”. A rare bird that stays put long enough for people to come see it is called “twitchable” or “chaseable”.

Kegiatan mengejar burung langka (twitching) lebih berkembang di negara-negara seperti Inggris, Belanda, dan Irlandia karena relatif kecilnya wilayah negara tersebut yang memungkinkan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu singkat. Kegiatan ini juga populer di Finlandia dan Swedia.

Twitching kurang dikenal di Indonesia karena luasnya wilayah dan kondisi geografis yang terpisah oleh pulau-pulau. Bayangkan, misalnya, suatu ketika ada orang melihat trulek Jawa (Vanellus macropterus) di Lumajang, Jawa Timur, lalu para twitchers Makassar, Sulawesi Selatan, berminat mengejarnya. Butuh waktu berapa lama mereka akan sampai ke lokasi? Naik pesawat? Mahal! Padahal tidak semua pengamat burung di Indonesia berasal dari kelompok yang secara ekonomi berkecukupan.

Nah, di Inggris dan sekitarnya itu, kegiatan mengejar burung lebih mudah dilakukan karena bisa ditempuh lewat jalan darat dalam tempo relatif singkat. Sir Ndobos bercerita, twitching yang diikutinya menempuh perjalanan 4 jam. Tak heran bila rekor jumlah peserta tertinggi kegiatan mengejar burung langka di Inggris melibatkan lebih lima ribu orang, yaitu ketika para twitchers mengamati Golden-winged Warbler (Vermivora chrysoptera) di Kent.

Sang Predator

Rabu, November 1, 2006 pukul 6:16 am | Ditulis dalam Bird, Photo | 7 Komentar

garuda-afrika.jpg

Lihat betapa cantik dan gagah burung garuda Afrika ini. Perhatikan bentuknya, warnanya, bulunya. Bayangkan dia terbang melayang di angkasa seraya membentangkan sayapnya. Bayangkan dia tiba-tiba menukik, lalu menyambar mangsa di bawah. Pasti seru dan mengasyikkan bila kita punya kesempatan mengamati aksinya.

Dilihat dari paruhnya yang melengkung, runcing, dan tajam, dia bisa digolongkan sebagai predator burung pemangsa. Matanya yang bulat dan lebar sangat tajam, mampu melihat mangsa berkilometer jauhnya. Sayapnya yang lebar dan kokoh mampu membuatnya terbang dan melayang selama berjam-jam. Bulunya tebal, melindungi burung ini dari terpaan angin dan suhu dingin yang menggigit.

Anda juga mau melihatnya dari dekat,  memotret, atau sekadar mengelus bulunya? Kapan-kapan kita ke sarangnya. I wish we could ….

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.