Memotret Camar Disney
Selasa, Januari 30, 2007 at 9:55 am | In Bird, Photo, Tips | Leave a Comment
Seekor camar yang cantik. Orang Barat menyebutnya Common Gull (Larus canus), dari keluarga Gulls (Laridae).
Saya kebetulan berpapasan dengannya pada sebuah pagi di Disney Land World, Orlando, Amerika Serikat. Camar itu sedang beristirahat di sela kegiatannya mencari makan di sekeliling hotel yang fotonya ada di bawah ini.

Saya cukup beruntung bisa mendekatinya dan tak membuatnya takut sehingga cukup leluasa memotretnya.
Anda tentu juga bisa menghasilkan foto aktivitas atau profil burung apa saja dengan lebih bagus. Kuncinya, bangun pagi dan jangan lupa selalu membawa kamera ke mana pun Anda pergi.
Selanjutnya, berharaplah Dewi Fortuna menghampiri.
Sang Predator
Rabu, November 1, 2006 at 6:16 am | In Bird, Photo | 4 CommentsLihat betapa cantik dan gagah burung garuda Afrika ini. Perhatikan bentuknya, warnanya, bulunya. Bayangkan dia terbang melayang di angkasa seraya membentangkan sayapnya. Bayangkan dia tiba-tiba menukik, lalu menyambar mangsa di bawah. Pasti seru dan mengasyikkan bila kita punya kesempatan mengamati aksinya.
Dilihat dari paruhnya yang melengkung, runcing, dan tajam, dia bisa digolongkan sebagai predator burung pemangsa. Matanya yang bulat dan lebar sangat tajam, mampu melihat mangsa berkilometer jauhnya. Sayapnya yang lebar dan kokoh mampu membuatnya terbang dan melayang selama berjam-jam. Bulunya tebal, melindungi burung ini dari terpaan angin dan suhu dingin yang menggigit.
Anda juga mau melihatnya dari dekat, memotret, atau sekadar mengelus bulunya? Kapan-kapan kita ke sarangnya. I wish we could ….
Ada Apa dengan Burung
Selasa, Oktober 31, 2006 at 2:56 pm | In Article, Bird, Birdwatching | 3 Comments
Ada apa dengan burung? Mengapa kita mengamati burung?
Dua pertanyaan itu kerap dilontarkan orang-orang kepada para ilmuwan dan pengamat burung. Pertanyaan lumrah bagi mereka yang nyaris tak pernah memperhatikan dengan saksama apa sebenarnya burung itu dan arti pentingnya dalam hidup ini.
Pernahkah Anda melihat, memperhatikan burung yang sedang terbang di angkasa dan bertanya-tanya itu burung apa? Lalu Anda mengamati — melihat warna, bentuk, dan bentangan sayapnya. Anda mengingat betul setiap bagian, senti demi senti sampai burung itu menghilang di balik mega atau pepohonan.
Anda penasaran.
Anda lalu bertanya kepada keluarga atau teman yang mungkin tahu apa nama burung yang tadi Anda lihat. Mungkin juga Anda ke perpustakaan untuk membaca buku tentang burung dan mencari gambar foto yang cocok dengan burung yang Anda lihat. Bisa jadi juga Anda cuma berharap bisa melihatnya lagi untuk menikmati keindahan dan kemerduan kicauannya. Itulah pengamatan burung. Dan Anda sudah menjadi pengamat burung, Wah, gampang benar ya?
Memang. Mengamati burung itu aktivitas alamiah kita sebagai manusia. Nenek moyang kita dulu juga mengamati burung — Anda dapat menemukan bukti-buktinya pada lukisan yang mereka buat di dinding-dinding gua.
Burung dapat menjadi pertanda sebuah musim dan meramalkan cuaca. Burung-burung bahkan menyediakan dagingnya sebagai menu santap malam kita yang lezat. Hayo, siapa yang pernah menikmati renyahnya burung dara goreng di Malioboro?
Dewasa ini, pengamatan burung menjadi hobi miliaran jutaan orang [mungkin lebih] di seluruh dunia. Dan setiap hari semakin banyak saja orang yang menjadikan pengamatan burung sebagai hobi. Mengapa? Karena burung itu makhluk yang menyenangkan untuk dilihat. Cantik karena suara atau bulunya. Tingkah burung pun enak dipandang.
Semakin jauh Anda mengenal burung, niscaya akan semakin besar rasa penasaran itu. Anda pasti akan tertarik mengenal lebih jauh tentang burung dan pengamatan burung. Benarkah? Sampai jumpa di posting berikutnya.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
