Ada Apa dengan Burung

Selasa, Oktober 31, 2006 pukul 2:56 pm | Ditulis dalam Article, Bird, Birdwatching | 3 Komentar

ikon-burung-1.jpgAda apa dengan burung? Mengapa kita mengamati burung?

Dua pertanyaan itu kerap dilontarkan orang-orang kepada para ilmuwan dan pengamat burung. Pertanyaan lumrah bagi mereka yang nyaris tak pernah memperhatikan dengan saksama apa sebenarnya burung itu dan arti pentingnya dalam hidup ini.

Pernahkah Anda melihat, memperhatikan burung yang sedang terbang di angkasa dan bertanya-tanya itu burung apa? Lalu Anda mengamati — melihat warna, bentuk, dan bentangan sayapnya. Anda mengingat betul setiap bagian, senti demi senti sampai burung itu menghilang di balik mega atau pepohonan.

Anda penasaran.

Anda lalu bertanya kepada keluarga atau teman yang mungkin tahu apa nama burung yang tadi Anda lihat. Mungkin juga Anda ke perpustakaan untuk membaca buku tentang burung dan mencari gambar foto yang cocok dengan burung yang Anda lihat. Bisa jadi juga Anda cuma berharap bisa melihatnya lagi untuk menikmati keindahan dan kemerduan kicauannya. Itulah pengamatan burung. Dan Anda sudah menjadi pengamat burung, Wah, gampang benar ya?

Memang. Mengamati burung itu aktivitas alamiah kita sebagai manusia. Nenek moyang kita dulu juga mengamati burung — Anda dapat menemukan bukti-buktinya pada lukisan yang mereka buat di dinding-dinding gua.

Burung dapat menjadi pertanda sebuah musim dan meramalkan cuaca. Burung-burung bahkan menyediakan dagingnya sebagai menu santap malam kita yang lezat. Hayo, siapa yang pernah menikmati renyahnya burung dara goreng di Malioboro?

Dewasa ini, pengamatan burung menjadi hobi miliaran jutaan orang [mungkin lebih] di seluruh dunia. Dan setiap hari semakin banyak saja orang yang menjadikan pengamatan burung sebagai hobi. Mengapa? Karena burung itu makhluk yang menyenangkan untuk dilihat. Cantik karena suara atau bulunya. Tingkah burung pun enak dipandang.

Semakin jauh Anda mengenal burung, niscaya akan semakin besar rasa penasaran itu. Anda pasti akan tertarik mengenal lebih jauh tentang burung dan pengamatan burung. Benarkah? Sampai jumpa di posting berikutnya.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Halo,
    Saya bukan anggota komunitas birdwatching dan masih awam soal itu. Tapi saya cukup suka mengamati burung dan tertarik soal burung. Saya mau tanya soal burung yg sering sy liat di lingkungan saya tapi sy tak tau namanya.

    Di Jakrta saya sering banget mendengar teriakan dan liat sejenis burung kecil yg hanya muncul setelah gelap sampai larut malam (buat yg bukan penggemar burung pasti tak pernah menyadari kehadiran burung ini). Burung itu sering saya liat di mana2, di lingkungan kantor, di tempat olahraga, juga di tempat tinggal saya di Jaktim.

    Saya sering mengamatinya dan setelah melihat bentuknya saya menyimpulkan itu sebangsa burung elang (burung pemangsa/raptor), tapi berukuran sangat kecil/mini. Rentang sayapnya ketika terbang, dari ujung ke ujung mungkin cuma 10-15 cm. Dan ada totol2 putih yg berderet memanjang di sayap. Melihat morfologinya, jelas dia burung pemangsa. Juga gaya terbangnya mirip elang, yaitu keliatan begitu enteng dan melayang2 dengan mudahnya tanpa harus ngoyo mengepakkan sayap. Itu karena bobot tubuhnya sangat kecil jika dibanding lebar sayapnya.

    Dia sering terbang melayang berputar2 dalam waktu lama, dengan suaranya yg khas criiit… criiit yg berjeda agak lama antara satu teriakan dan teriakan berikutnya.

    Saya penasaran burung apakah itu? Saya pernah cari di internet ada burung pemangsa yg terkecil di dunia yg ada di indonesia, yaitu alap-alap capung. Apakah itu alap alap capung? Kenapa hanya muncul stelah hari gelap?

    Makasih sebelumnya buat yg memberi jawaban.

  2. Semenjak banyak pohon2 besar ditebang atau dipotong besar2an mengantisipasi musim hujan (dikhawatirkan tumbang atau patah dahan), burung jenis ini (yg saya sebut di posting pertama) sudah tak pernah saya dengar atau lihat lagi. biasanya saya sering menjumpainya kalau sore atau menjelang malam.

  3. that’s right! menyelamatkan burung dengan cara yang menyenangkan: birdwatching..
    salam hangat dari baluran..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: